Peluang Karyawan Menjadi Pemegang Saham Dalam Perusahaan

patungan-blog-smart

Apakah ada kemungkinan bila saya yang tadinya hanya seorang karyawan biasa, bisa menjadi pemegang saham perusahaan tempat saya bekerja?

Pernahkah Anda mempertanyakan hal ini ketika Anda sudah bekerja belasan bahkan puluhan tahun lamanya pada perusahaan tempat Anda bekerja saat ini? Ketika Anda merasa butuh pencapaian yang lebih dari sekadar “pegawai”. Bukan hal yang baru bagi perusahaan untuk menawarkan kesempatan tersebut bagi karyawannya untuk bisa memiliki saham dalam perusahaannya tersebut. Tentunya dengan berbagai macam alasan dan tujuan. Kemungkinan ini tidak hanya bisa terjadi pada perusahaan terbuka, perusahaan publik yang tercatat di bursa efek. Hal yang sama dimungkinkan juga bagi perusahaan tertutup yang ingin membuka kesempatan bagi karyawannya untuk memiliki saham dalam perusahaan.

Jadi, pembahasan kali ini kami batasi pada perusahaan tertutup yang ingin melaksanakan Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan (PKSK) atau lebih sering dikenal dengan ESOP (Employee Stock Option Program) dan MSOP (Management Stock Option Program). MSOP ini dikhususkan jajaran anggota manajemen pada level Direksi dan Dewan Komisaris. Sedangkan ESOP diberikan untuk level manajer dan level di bawahnya.

Kami sendiri pernah memberikan konsultasi hukum kepada klien kami yang merupakan perusahaan tertutup –yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lamanya–. Klien kami bermaksud untuk memberikan opsi saham bagi karyawan dan manajemen perusahaannya. ESOP dan MSOP ini menjadi hal yang menarik karena hingga saat ini belum ada peraturan yang secara khusus mengatur tentang pemberian dan implikasi dari ESOP dan MSOP. Baik dari sektor hukum perusahaan, perpajakan, ketenagakerjaan termasuk juga pasar modal, bagi perusahaan terbuka (yang tidak akan kami bahas pada kesempatan kali ini). Lantas, apa yang menjadi panduan dasar bagi perusahaan untuk mengatur syarat dan ketentuan dalam ESOP dan MSOP ini? Berikut hal-hal penting yang perlu menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menerapkan kebijakan ESOP dan MSOP:

ESOP/MSOP MENURUT UUPT

Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT“) hanya menyinggung tentang ESOP ini dalam Pasal 43(3)(a) UUPT yang isinya mengatur pengecualian terhadap kewajiban menawarkan saham terlebih dahulu kepada pemegang saham yang ada dalam rangka penanaman modal (pre-emptive right), yaitu jika penambahan modal dalam perusahaan ditujukan kepada karyawan perusahaan. Penjelasan Pasal 43(3)(a) UUPT ini memaparkan bahwa yang dimaksud dengan “saham yang ditujukan kepada karyawan Perseroan”, antara lain saham yang dikeluarkan dalam rangka ESOP (employee stocks option program) Perseroan dengan segenap hak dan kewajiban yang melekat padanya.

Jadi, konteks ESOP dan MSOP yang dimungkinkan menurut UUPT adalah ESOP dan MSOP yang dikeluarkan dalam rangka penambahan modal perusahaan. Bukan suatu konsep buy back atau pembelian kembali saham oleh perusahaan atas saham yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 UUPT. Maka, modal yang digelontorkan oleh perusahaan ini memang secara khusus diterbitkan untuk karyawan dan manajemen.

ESOP/MSOP DALAM PRAKTIK BISNIS

Pada praktiknya, ESOP adalah pemberian hak (opsi) kepada karyawan untuk membeli sebagian saham perusahaan pada suatu periode tertentu di masa yang akan datang pada tingkat harga yang sudah ditentukan ketika opsi diberikan. Maka dalam program ini, perusahaan memberikan hak kontraktual kepada karyawan dan manajemen, dimana mereka bisa membeli pada jangka waktu yang sudah ditentukan, misalnya lima sampai sepuluh tahun kemudian. Harga sahamnya pun biasanya sama dengan harga saham ketika opsi diberikan. Apa untungnya bagi karyawan dan manajemen? Jika harga saham perusahaan dari tahun ke tahun terus meningkat, maka karyawan dan manajemen mendapatkan keuntungan dengan membeli saham pada harga saham yang diberikan terdahulu. Sehingga ada margin harga saham pada titik ini.

MOTIVASI DAN TUJUAN MENGELUARKAN ESOP/MSOP

Motivasi atau tujuan dari perusahaan untuk mengeluarkan ESOP/MSOP tentunya beragam seperti berikut:

1.    Rewards

ESOP/MSOP ditujukan untuk memberikan penghargaan kepada seluruh karyawan dan manajemen atas kontribusinya yang membantu meningkatkan performa perusahaan.

2.    Peningkatan Motivasi dan Komitmen

Dengan adanya ESOP/MSOP, maka hal ini bisa meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan terhadap perusahaan dimana hasil akhirnya adalah peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan.

3.    Retaining Program

ESOP/MSOP dapat menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan dan manajemen yang memiliki peran penting dalam meningkatkan value perusahaan.

4.    Menimbulkan Rasa Memiliki

ESOP/MSOP menimbulkan rasa memiliki bagi karyawan terhadap perusahaan karena adanya bagian dari karyawan di dalam perusahaan, yang bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus semangat kerja karyawan untuk turut serta dalam merealisasikan kemajuan perusahaan.

Namun, banyak hal tentunya yang perlu diwaspadai dengan ESOP/MSOP ini. Butuh transparansi perusahaan kepada karyawan dan manajemennya mengapa perlu ada ESOP/MSOP ini. Jika nyatanya nilai perusahaan terus meningkat tentu menjadi keuntungan bagi karyawan dan manajemen.

Dengan demikian, penambahan modal melalui cara ini menguntungkan tidak hanya perusahaan tetapi juga karyawan dan manajemen. Tetapi apabila ini terkait dengan macetnya likuiditas perusahaan dalam jangka panjang. Hal ini perlu juga disampaikan kepada karyawan dan manajemen.

Jangan sampai, bukannya menikmati keuntungan, tetapi justru karyawan dan manajemen terjerumus untuk memikul tanggung jawab dan beban perusahaan. Belum lagi persoalan ketenagakerjaan yang timbul kemudian.

Ketika karyawan memiliki status ganda. Pekerja sekaligus pemilik dari perusahaan. Hal ini perlu diatur secara rinci agar tidak terjadi benturan kepentingan, dengan memastikan bahwa hak dan kewajiban pada status satu tidak berbenturan dengan status yang lainnya. Contoh kecilnya: apakah karyawan sekaligus pemegang saham perusahaan boleh menjadi anggota serikat pekerja?

Untuk itu, dibutuhkan pengaturan syarat dan ketentuan dalam ESOP/MSOP yang matang untuk mengimplementasikan program ini bagi perusahaan Anda.

“Carilah pegawai yang setiap Jumat malam menyesal karena besoknya libur dan setiap Minggu malam tak sabar menunggu hari Senin.”

Niken Nydia Nathania / Bimo Prasetio

Silahkan menghubungi SMART untuk mengatur waktu pertemuan anda dengan kami:

E: info@smartcolaw.com

H: +62821-1234-1235

O: +6221- 2278-3385

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/peluang-karyawan-menjadi-pemegang-saham-dalam-perusahaan/
Twitter
LINKEDIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*