Mengenal Kerjasama Operasi Dalam Investasi

KSO sendiri didasarkan atas waktu kerjasama (by time), sehingga masa berakhirnya KSO adalah setelah masa kerjasama yang disepakati berakhir

Kontribusi dalam berinvestasi, termasuk patungan usaha, dapat ditentukan dalam beberapa bentuk,  diantaranya dalam bentuk saham-saham, kontribusi bersifat tunai, hak tanah, hak paten, keterampilan teknis, peralatan, jasa distribusi, atau penggunaan suatu merek dagang.

Akan tetapi pemberian kontribusi tersebut biasanya disertai perhitungan-perhitungan secara jelas dan rinci, sehingga tidak akan menyebabkan kerugian bagi salah satu pihak dikemudian hari.

KSO-blog-smart

Namun karena terlalu luas, pembahasan dalam artikel ini hanya terbatas pada bentuk Kerjasama Operasi (KSO). Berikut ini beberapa caranya:

Investasi yang berupa penyertaan modal dengan cara kerjasama operasi.

KSO adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana masing-masing sepakat untuk melakukan suatu usaha bersama dengan menggunakan asset dan/atau hak usaha yang dimiliki dan secara bersama-sama mengurangi resiko usaha tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 39 mengenai Akutansi Kerjasama Operasi.

Bahwa pihak yang dimaksud dalam PSAK No.39 tersebut adalah:

  1. Pihak Pemilik  Asset; dan
  2. Pihak Investor (Penyandang Dana).

Maka dapat dipahami bahwa pihak yang satu selaku pemilik asset ingin memaksimalkan potensi atas asset yang dimilikinya, dimana pihak tersebut mengajak pihak lain untuk bekerjasama memanfaatkan asset dimaksud dengan menunjuk pihak tersebut sebagai penyandang dana bagi pemilik asset.

Hal mana Para Pihak dimaksud melakukan dan/atau melaksanakan KSO dengan dilandaskan pada suatu kesepakatan yang kemudian dituangkan dalam suatu perjanjian untuk mengatur dan mengikat para pihak tersebut, khususnya mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam pelaksanaan KSO nantinya.

KSO sendiri didasarkan atas waktu kerjasama (by time), sehingga masa berakhirnya KSO adalah setelah masa kerjasama yang disepakati berakhir, bukan pada Break Event Point (BEP) dari besarnya investasi yang ditanamkan oleh investor. Dan prinsip KSO berbeda dengan pola “Cicilan/Kredit” maupun “Leasing/Sewa Pakai”

KSO sendiri dibagi menjadi dua (2) golongan, yakni:

  • KSO dengan entitas hukum yang terpisah (separate legal entity) dari entitas hukum para partisipan KSO;

Hal mana KSO pada bagian ini adalah kerjasama yang dilakukan oleh pemilik asset dan investor dengan membentuk suatu badan hukum ataupun persekutuan.

  • KSO tanpa pembentukan entitas hukum yang terpisah, dapat berupa:

– Pengendalian Bersama Operasi (PBO) dan Pengendalian Bersama Aset (PBA), dimana KSO dalam bentuk PBO dan PBA ini, masing-masing pihak dalam KSO memiliki kendali yang signifikan atas operasi atau aset KSO, karena itu nama kerjasama ini adalah pengendalian bersama (jointly controlled); atau

– Pelaksanaan KSO oleh salah satu pihak saja untuk mengendalikan aset dan operasi KSO, yang mana batasannya hanya satu pihak saja yang secara signifikan (berarti) memiliki kendali atas aset dan operasi KSO.

Bersambung ke artikel selanjutnya: Kerjasama Usaha Dalam Bentuk KSO

Asharyanto/Bimo Prasetio

Ingin berkonsultasi tentang hukum bisnis dan investasi silahkan menghubungi SMART :

E: info@smartcolaw.com

H: +62821-1234-1235

O: +6221- 2278-3385

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/mengenal-kerjasama-operasi-dalam-investasi/
Twitter
LINKEDIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*