Artikel

Celah OSS dari Sisi Regulasi

Pemerintah telah meluncurkan sistem Online Single Submission (OSS) beberapa bulan lalu sebagai usaha peningkatan keterpaduan dan digitalisasi perizinan berusaha sehingga semakin memudahkan para pengusaha. OSS diluncurkan sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Indonesia menjadi satu dari sekian negara yang telah melakukan proses digitalisasi sistem perizinan berusaha.

Namun sistem OSS ini ternyata masih memiliki kekurangan. Misalnya sebagian pihak mempermasalahkan belum semuanya terintegrasi dengan OSS. Tak kalah penting adalah dasar hukum pengaturan OSS yang digunakan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2008 (PP 24/2008) dan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 (Perpres 91/2017).

Selengkapnya

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/celah-oss-dari-sisi-regulasi/
Twitter
LINKEDIN

OSS: Niat Pemerintah Permudah Perizinan Berusaha

Masih banyak kekurangan di tahap awal implementasinya.

Kemajuan teknologi dan zaman yang menawarkan segala kemudahan dan kecepatan dimanfaatkan juga instansi pemerintahan dalam pemberian perizinan berusaha. Saat ini yang tengah menjadi pusat perhatian adalah kemudahan teknologi yang dibuat oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kemenko Perekonomian baru-baru ini membuat suatu sistem yang diberi nama Online Single Submission (OSS).

OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama Menteri, Pimpinan Lembaga, Gubernur, atau Bupati/Wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Selengkapnya

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/oss-niat-pemerintah-permudah-perizinan-berusaha/
Twitter
LINKEDIN

Payung Hukum Bagi Fintech Dorong Inovasi Keuangan Digital

Industri financial technology (fintech) memiliki masa depan cemerlang sehingga perlu diberikan payung hukum yang tidak mengekang, namun tetap melindungi nasabah. Awal tahun ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berjanji segera merampungkan peraturan OJK (POJK) fintech. Saat ini regulasi tersebut sedang dalam tahap fi­nalisasi dan akan selesai dalam waktu secepatnya.

Salah satu regulasi tersebut mengatur agar semua industri fintech wajib mendaftar ke OJK. Kemudian setelah mendaftar akan diseleksi dalam uji implementasi, yaitu dengan cara masuk ke dalam regulatory sandbox, yaitu suatu ruang uji coba terbatas yang aman untuk menguji penye­lenggara perusahaan fintech dari sisi produk, layanan, teknologi, dan model bisnisnya. Tujuannya, memberi ruang bagi penyeleng­gara fintech untuk memastikan semuanya telah memenuhi kri­teria yang diatur OJK.

Selengkapnya

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/payung-hukum-bagi-fintech-dorong-inovasi-keuangan-digital/
Twitter
LINKEDIN

Industri Asuransi Menggeliat Seiring Kebangkitan Fintech

Dewasa ini perkembangan teknologi semakin memacu umat manusia untuk berpikir secara inovatif. Perkembangan telepon pintar atau android yang baru beberapa tahun belakangan ini disambut dengan penciptaan aplikasi-aplikasi modern yang memudahkan kehidupan masyarakat. Kini setiap orang bisa memenuhi kebutuhan mereka dari bangun tidur sampai akan tidur lagi, karena keputusan itu sudah ada di tangan mereka. Melalui aplikasi yang melayani angkutan, pengiriman, berita, komunikasi, dan lain-lain, membuat kita semua merasakan manfaat dari inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

Selengkapnya

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/industri-asuransi-menggeliat-seiring-kebangkitan-fintech/
Twitter
LINKEDIN

Tantangan Pengembangan Fintech: Human Capital Technology

Industri financial technology (fintech) di Indonesia perlu menjawab tantangan perkembangan zaman untuk terus maju dengan pesat. Setiap hari masyarakat sebagai pelanggan dari fintech merasa terakomodasi dengan berbagai layanan yang disediakan oleh berbagai perusahaan fintech. Oleh karena itu sudah sepatutnya fintech terus meningkatkan modal sumber daya manusianya (human capital) di samping modal keuangannya (financial capital).

Mira Sonia, Direktur Pemasaran PT Swakarya Insan Mandiri (SIM Group) mengatakan bahwa fintech adalah heart of digital business, garda depan perekonomian dan bisnis digital saat ini.Oleh karena itu, menurutnya, perusahaan fintech perlu memperhatikan pengelolaan karyawan di industri yang masih terhitung baru ini. Khususnya di bidang rekrutmen SDM dan segala hal yang berhubungan dengan hubungan industrial atau industrial relation seperti: pengelolaan kontrak kerja karyawan, penyimpanan kontrak kerja, regulasi pemerintah dan sebagainya.

Selengkapnya

Follow by Email
Facebook
Google+
https://blog.smartcolaw.com/tantangan-pengembangan-fintech-human-capital-technology/
Twitter
LINKEDIN