blog-SMART- investasi

BKPM: 3 Sektor Investasi Yang Menjadi Fokus Pemerintah

Pemerintah genjot investasi di tiga sektor. BKPM menetapkan 10 negara investor prioritas.

Menteri Koordinator Perekonomiaan, Darmin Nasution berniat memprioritaskan investasi di tiga sektor, yakni manufaktur, pariwisata, dan perikanan. “Tiga sektor itu paling cepat pengaruhnya ke pendapatan,” kata Darmin di kediamannya, pekan lalu.

Menurut Darmin, investor potensial maupun pasar sektor perikanan sudah ada dan tinggal digenjot. Berbeda dengan sektor manufaktur, yang pasarnya tengah menurun seiring lesunya perekonomian dunia. Meski begitu, Darmin memandang sektor manufaktur sama pentingnya dengan pariwisata dan perikanan bagi perekonomian Indonesia. “Yang paling krusial adalah mengundang investor.”

Untuk mengejar investor potensial, Kementerian Koordinator Perekonomian telah membentuk satuan tugas yang salah satunya mengurusi deregulasi. Deregulasi yang dimaksudkan ialah penyederhanaan aturan untuk merangsang datangnya pemodal. Tim ini pun bertugas menyelesaikan masalah perijinan antara investor dengan pemerintah.

Darmin mengatakan, meski pemerintah jor joran melakukan deregulasi, kepercayaan investor tidak akan meningkat jika banyak masalah teknis tak selesai. Dengan menyelesaikan berbagai kasus di lapangan, Darmin berharap persepsi investor akan berubah sehingga mereka terangsang untuk menanamkan modal. “Itu bisa memberikan sinyal positif terhadap perbaikan iklim usaha.”

Di luar tiga sektor prioritas pemerintah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali menggaet investor potensial di sektor energi terbarukan. Selasa lalu, Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan perusahaan Amerika Serikat di sektor energi terbarukan telah menyatakan minatnya menanamkan modal di Indonesia.

Menurut Franky, perusahaan itu telah memiliki nota kesepahaman dengan PT PLN (persero) untuk memproduksi listrik tenaga angin. Dalam waktu dekat, perusahaan tersebut akan melakukan uji coba bersama PLN. Bahkan, kata Franky, investor tersebut berminat mendirikan perusahaan berbadan hukum Indonesia. “Perusahaan itu juga akan mendirikan fasilitas manufaktur untuk peralatan pembangkit listrik tenaga angin,” katanya.

Rencana investasi tersebut terungkap dalam acara Indonesia-US Business Forum, di New York, bulan lalu. Selain di sektor energi terbarukan, BKPM mencatatkan minat investasi di sektor pertambangan. Franky mengatakan sebuah perusahaan Amerika ingin mengakuisisi perusahaan tambang lokal dengan nilai investasi US$ 300 juta. BKPM akan berperan dalam memfasilitasi pengalihan status perusahaan dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi penanaman modal asing (PMA).

Tahun ini, BKPM menargetkan realisasi investasi bisa tumbuh 14,4 persen dari target 2015 atau bisa mencapai Rp 594,8 triliun. Realisasi ini berasal dari PMA Rp 386,4 triliun atau naik 12,6 persen dari tahun lalu, serta dari PMDN Rp 208,4 triliun atau naik 18,4 persen dari target tahun lalu.

Untuk mencapai target tersebut, BKPM menetapkan sepuluh negara prioritas, termasuk diantaranya Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Cina, Malaysia, dan Inggris. Amerika Serikat tergolong negara prioritas dengan realisasi investasi pada 2015 sebesar US$ 893 juta untuk 261 proyek.

Sumber: Koran Tempo

Bagaimana kami dapat membantu Anda?

SMART Legal Consulting adalah Indonesian Corporate Legal Services. Kami memiliki pengalaman dalam membantu Klien dari segi hukum pada saat Klien kami berinvestasi di Indonesia. Mulai dari pendirian PT PMA, hingga pengurusan izin-izin usaha.

Silahkan menghubungi SMART untuk mengatur waktu pertemuan anda dengan kami:

E: info@smartcolaw.com

H: +62821-1234-1235

O: +6221- 2278-3385

Follow by Email
Facebook
Google+
http://blog.smartcolaw.com/bkpm-3-sektor-investasi-yang-menjadi-fokus-pemerintah/
Twitter
LINKEDIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*